Berjiwa mardika. Berdiri lantang di antara dua raksasa perang dingin. Pria itu berbicara pada forum terhormat di jantung Amerika yang sibuk, New York, 8 Maret 1960. Panjang lebar dia urai, bagaimana negara-negara yang baru merdeka akan memperoleh manfaat dari dana khusus PBB yang dirancangnya. Forum itu bernama mentereng; Economic Club. Ini organisasi nonpartisan yang sukaContinue reading “Dag Hammarskjöld, Sekjen PBB yang ingin Papua jadi bangsa merdeka (1)”